Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebanyak 72 proposal PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) telah berhasil didanai oleh Dikti (Direktorat Perguruan Tinggi). Sekalipun terdapat penurunan jumlah proposal yang didanai oleh dikti, yang sebelumnya pada tahun 2015 terdapat 7.646 proposal yang didanai, namun pada tahun 2016 ini hanya terdapat 4.724 proposal didanai untuk seluruh kategori PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan juga PTS (Perguruan Tinggi Swasta) se Indonesia. Akan tetapi, UMY tetap menempati posisi pertama sebagai PTS yang PKMnya berhasil didanai oleh Dikti. Hal tersebut diungkapkan oleh Sugito, S.IP., M.Si selaku Kepala Pusat Pengembangan Kreatifitas UMY, saat ditemui di ruangannya pada Selasa (23/2).

Keberhasilan mahasiswa UMY dalam mendapatkan dana penelitian melalui proposal PKM karena berbagai hal, salah satunya yaitu dari kualitas proposal, dan juga pendampingan yang dilakukan secara intens oleh dosen dalam pembuatan proposal PKM yang dilakukan oleh mahasiswa. “Pendampingan oleh dosen menurut saya cukup efektif dalam meningkatkan kualitas proposal, dalam hal ini dosen selain berperan untuk mereview proposal yang telah dibuat oleh mahasiswa, juga melakukan pendampingan dalam pelaksanaan program,”ungkapnya.

Kategori proposal yang berhasil didanai yaitu PKM-K (Kewirausahaan) sebanyak 8 proposal, PKM-KC (Karsa Cipta) 14 proposal, PKM-M (Pengabdian Masyarakat) 13 proposal, PKM- PE (Penelitian Eksak) 19 proposal, PKM-SH (Penelitian Sosial Humaniora) 17 proposal, serta 1 proposal PKM-T (Teknologi). Selanjutnya ungkap Sugito, akan dilakukan berbagai tahapan Monitoring Evaluasi (Monev) oleh pihak Universitas dan juga Fakultas sebelum dilakukannya Monev oleh dikti untuk seleksi ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional). “Kami akan melakukan 2 kali monev internal, sebelum nantinya akan dilakukan monev eksternal oleh dikti untuk memilih diantara 72 proposal tersebut untuk masuk ke Pimnas,” tambahnya.

Sugito menambahkan, jika proposal yang telah didanai ingin lanjut ke Pimnas, diharapkan bagi mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan program PKMnya. “Saya berharap jika dari kualitas proposal sudah cukup baik, rekan-rekan mahasiswa diharapkan juga untuk melaksanakan program dan juga membuat laporan pertanggungjawaban dengan cukup baik pula, karena indikator untuk dapat masuk ke Pimnas selain kualitas proposal, kualitas pelaksanaan program yang dijalankan juga menjadi bahan pertimbangan ketika di presentasikan pada Monev eksternal,” tambah Sugito.

Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan juga laporan pertanggungjawaban yang dibuat oleh mahasiswa, peran serta dosen untuk melakukan pendampingan akan terus berlanjut hingga tahap monev eksternal. “Peran pendampingan dosen akan terus berlanjut hingga ke Monev eksternal, kami berharap dengan kualitas proposal dan juga pelaksanaan program yang cukup baik akan mengantarkan tim PKM UMY lebih baik lagi di ajang Pimnas tahun ini,” tutup Sugito.